Kepala BGN Bantah MBG Kuras APBN, Tegaskan Anggaran Program Pemerintah Tetap Berjalan
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono membantah anggapan Program Makan Bergizi Gratis menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Ia menanggapi berbagai komentar masyarakat mengenai besarnya anggaran MBG. Menurutnya, pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk berbagai kebutuhan pembangunan nasional.
Sudaryono mencontohkan anggaran pupuk bersubsidi tetap tersedia untuk mendukung sektor pertanian. Pemerintah juga masih memiliki anggaran pembangunan dan perbaikan sekolah. Karena itu, besarnya anggaran MBG tidak berarti seluruh APBN dialihkan untuk program tersebut. Pemerintah tetap menjalankan program pada sektor lain sesuai prioritas pembangunan.
BGN sebelumnya menjelaskan pagu anggaran lembaga pada 2026 mencapai Rp268 triliun. Sebanyak Rp248 triliun dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis. BGN juga membantah angka Rp335 triliun sebagai pagu langsung lembaga. Angka tersebut mencakup dana cadangan Rp67 triliun melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara.
BGN menyatakan sebagian besar anggaran diarahkan langsung kepada penerima manfaat melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Pada Maret 2026, BGN menyebut 93 persen anggaran disalurkan melalui mekanisme virtual account SPPG. Skema tersebut juga ditujukan untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui pembelian kebutuhan pangan lokal.
Pemerintah menjadikan MBG sebagai program pemenuhan gizi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaan anggaran tetap membutuhkan transparansi dan pengawasan untuk memastikan manfaat program sesuai sasaran. BGN menegaskan anggaran MBG tidak menghilangkan pembiayaan berbagai program pemerintah lainnya.Informasi tambahan nyari situs anti rungkat solusi situs AYAMTOTO
